Monday, February 24, 2014

Cerutu Kuba

Cerutu Kuba menjadi salah satu andalan ekspor utama negara itu ke seluruh dunia.

Penjualan cerutu Kuba naik delapan persen tahun lalu, ditunjang permintaan tinggi dari perokok lokal dan penggemar cerutu asal Cina.
Menurut laporan perusahaan cerutu ternama Habanos SA, total penjualan mencapai US$447 juta (Rp5,1 triliun) naik dari $416 tahun sebelumnya.
Habanos SA dimiliki oleh Cubatabaco dan Altadis, sebuah perusahaan asal Inggris.
Angka penjualan terbaru ini diumumkan pada arena Festival Cerutu Kuba yang dilangsungkan di Havana dan dihadiri peminat dari seluruh penjuru dunia.
Eropa tetap menjadi pasar besar bagi produk tembakau ini namun pembeli Timur Tengah serta Cina lah yang mendongkrak angka penjualan.
Cerutu Kuba masih dilarang dijual di AS, padahal negara ini merupakan pasar cerutu terbesar di dunia.
Larangan masuk untuk cerutu Kuba terkait embargo ekonomi yang ditetapkan oleh Washington lebih dari 50 tahin lalu.

sumber : bbc.co.uk

0 comments:

Blogger Template by Clairvo